Prakiraan Cuaca

*



MP3 Search

20 Desember 2010

Amankah Seks Saat Hamil ?

Kehidupan seks yang
sehat dapat menambah kenyamanan dan
meringankan tingkat stres saat kehamilan.
Namun beberapa pasangan khawatir tentang
kegiatan seks mereka apakah membahayakan
janin atau tidak.
Kebanyakan pasangan ingin tahu apa saja
kegiatan seks yang paling aman yang bisa
dilakukan selama kehamilan. Untuk menjawab
pertanyaan ini, pasangan harus
mempertimbangkan kesehatan ibu,
perkembangan kehamilan dan perasaan kedua
pasangan. Berikut beberapa informasi penting
lainnya seperti dikutip modern mom.
Efek
Pada kehamilan berisiko rendah, seks dianggap
aman dan sehat. Menurut American College of
Obstetricians and Gynecologist, kenyamanan dan
keingin akan seks pada wanita hamil harus
dipastikan terlebih dahulu sebelum mulai
berhubungan seks.
Beberapa posisi seks dapat membuat wanita
hamil tidak nyaman, jadi kesabaran mencari
posisi seks yang nyaman merupakan kunci
utama. Dalam kehamilan berisiko tinggi, dokter
mungkin menyarankan untuk membatasi atau
bahkan melarang kegiatan seks.
Kurun waktu
Selama trisemester pertama kehamilan, tubuh
lebih sensitif dan mual. Pada masa ini seks bisa
menjadi tidak nyaman, bahkan dorongan seksual
kemungkinan menurun. Pada trimester kedua,
biasanya dorongan seksual kembali dan mual
sudah berkurang.
Peningkatan berat badan pada trimester ketiga
dapat membuat seks tidak nyaman, tetapi seks
masih bisa dilakukan jika Anda dan pasangan
menginginkan. Menurut Nemours Foundation,
dokter mungkin menyarankan untuk
menghentikan kegiatan seksual selama minggu-
minggu terakhir kehamilan, karena sperma
mengandung bahan kimia yang diyakini dapat
merangsang kontraksi.
Kehamilan berisiko tinggi
Pada kehamilan berisiko tinggi, dokter
cenderung untuk merekomendasikan pasangan
tidak melakukan hubungan seks . Alasannya
karena mudah terjadi pendarahan pada vagina,
ketuban pecah dan pembukaan dini leher rahim
atau plasenta pecah. (to be continue......)

Tidak ada komentar: