Prakiraan Cuaca

*



MP3 Search

19 Januari 2011

Alien Bukan Gangguan Bagi Kehidupan Beragama

Bukti keberadaan mahluk luar
angkasa (alien), yang disampaikan banyak pakar,
tidak lagi mencengangkan manusia. Tidak lagi
membuat manusia panik.

Mengapa? Jawabannya
adalah kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Psikolog terkemuka, Dr Albert Harrison dari University of California Davis menegaskan
bahwa tahun 1961, pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bahwa bukti keberadaan alien akan menciptakan kepanikan massal.
Tapi kini peringatan itu tidak relevan lagi.

Manusia modern, kataHarrison, justru senang atau bahkan tidak peduli jika keberadaan alien saat ini sudah bisa dibuktikan. Kemajuan teknologi menjadikan berita-berita tentang alien tidak lagi menakutkan. alien"Penemuan ETI (extra-terrestrial intelligence)
tidak begitu mengejutkan bagi generasi yang terbiasa dengan mesin pengolah kata, kalkulator
elektronik, avatar dan telepon genggam," kata Harrison seperti dimuat dalam jurnal
Philosophical Transactions of the Royal Society.

Generasi teknologi, lanjutnya, "Beda dengan generasi yang tumbuh ditemani mesin tik,
penggaris, mistar hitung, telepon umum, dan boneka kain."

Dia menambahkan, orang-orang sudah terbiasa dengan ide ET sejak organisasi pencari Alien,
SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence),
mengklaim mendengar sinyal radio alien 50 tahun lalu.

Saking terbisanya dengan alien, setengah populasi AS dan Eropa yakin alien memang ada, dan sebagian bahkan percaya penampakan UFO
yang dilaporkan ada hubungannya dengan kedatangan alien ke Bumi.

Artikel kedua dalam jurnal yang sama ditulis oleh Ted Peters, ahli teologi Pacific Lutheran Theological Seminary di Berkeley, California.

Dalam tulisannya, Peters mengatakan, penemuan alien bukanlah ancaman bagi agama-agama di dunia.

Ini berdasarkan hasil survei terhadap 1.300 pemeluk agama berbeda di seluruh dunia.

Tidak ada komentar: