"Kalau Irfan mau ke luar dari Persema, dia
aman. Karena saya sudah mempelajari kontrak
pemain. Isi kontraknya, hubungan kedua pihak
hanya untuk bermain di ISL (Liga Super Indonesia)," kata Max di kantor PSSI, Senayan
Jakarta, Senin sore, 3 Januari 2011.
"Kalau pun dia pilih meninggalkan Persema tidak
ada masalah. Dan tidak ada penalti yang mengharuskannya untuk membayar kontrak dua
kali lipat," lanjut Max.
Pihak Persema lewat manajer Asmuri sempat mengancam Irfan. Pemain blasteran
Indonesia-Belanda ini harus menebus dua kali lipat kontrak jika memutusnya di tengah jalan.
Hal itu terjadi terkait ancaman PSSI yang akan mencoret pemain timnas yang memperkuat klub di LPI.
Dalam kutipan kontrak Irfan memang jelas disebut bahwa kontrak itu hanya untuk kompetisi di bawah naungan PSSI.
"Pihak pertama dan kedua, terlebih dahulu menerangkan sebagai berikut: bahwa pihak pertama adalah manajer
tim Persema (Asmuri), anggota Indonesian Super League (ISL)."
"Pihak kedua adalah pemain sepakbola profesional yang pada saat kerjasama ini
ditandatangani tidak terikat kerjasama dengan klub sepakbola mana pun (Irfan Bachdim)."
"Dalam semua ketentuan pasal-pasal perjanjian ini, yang disebut dengan kompetisi antara pihak kedua dan pertama hanya merujuk kepada
kompetisi dan/turnaman yang diselenggarakan oleh BLI/PSSI/AFF/AFC dan/ kompetisi lain yang mendapatkan persetujuan PSSI yang diikuti pihak pertama."
Hal inilah yang disebut Max memperkuat posisi Irfan. Pemain 22 tahun itu dikontrak semusim oleh Persema.
"Jelas perjanjian pemain itu mengatur untuk bermain di kompetisi ISL. Di luar itu, tidak ada kewajiban bagi pemain untuk ikut ambil bagian di luar kontrak itu. Karena itu, jika Persema ikut Liga lain di luar ISL, pemain tak ada masalah ke
luar dari Persema," tutup Max.
03 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar