Prakiraan Cuaca

*



MP3 Search

07 Januari 2011

Negara Pesrta AFC 2011 Qatar

Putaran Final Piala Asia/ AFC ASIAN CUP 2011 Qatar, akan dimainkan tanggal 7-29 Januari
2011.

Ada 16 Negara Peserta yang akan berkompetisi untuk menjadi Yang Terbaik Di
Asia. Ke-16 Negara tersebut lolos ke Putaran Final Piala Asia 2011 Qatar dengan jalan yang berbeda.

Sepuluh Negara lolos ke Putaran Final Piala Asia 2011 setelah terlebih dahulu melalui Putaran Kualifikasi Piala Asia 2011, yang dimainkan dari Januari 2009 sampai Maret 2010.

Sedangkan Enam Negara lainnya langsung lolos ke Putaran Final Piala Asia 2011 melalui mekanisme/ memenuhi kriteria/ kualifikasi yang telah ditentukan.

Berikut ini 16 Negara Peserta Piala Asia 2011 Qatar Lolos Melalui Putaran Kualifikasi:

1. Jepang, Peringkat Ke-1 Grup A.
2. Bahrain, Peringkat Ke-2 Grup A.
3. Australia, Peringkat Ke-1 Grup B.
4. Kuwait, Peringkat Ke-2 Grup B.
5. United Arab Emirates, Peringkat Ke-1
Grup C.
6. Uzbekistan, Peringkat Ke-2 Grup C.
7. Syria, Peringkat Ke-1 Grup D.
8. China, Peringkat Ke-2 Grup D.
9. Iran, Peringkat Ke-1 Grup E.
10. Yordania, Peringkat Ke-2 Grup E.

Lolos Langsung ke Putaran Final:

1. Irak, Juara Piala Asia 2007.
2. Saudi Arabia, Peringkat Ke-2 Piala Asia 2007.
3. Korea Selatan, Peringkat Ke-3 Piala Asia 2007.
4. India, Juara AFC Challenge Cup 2008.
5. Korea Utara, Juara AFC Challenge Cup 2010.
6. Qatar, Tuan Rumah Piala Asia 2011.

Ke-16 Negara Peserta Piala Asia 2011 akan dibagi menjadi 4
grup, dengan 4 negara tiap grupnya.

Tidak ada Negara Asia Tenggara di Putaran Final
Asia 2011 Qatar.

Pilih Premium atau Pertamax?

Syarat mutlak bahan bakar itu
harus tanpa tambahan bahan timbal atau timah hitam. Ini yang membuat mesin kendaraan kita lebih awet. Tapi untuk sekarang semua bahan bakar di Indonesia tidak menggunakan timbal.

Penggunaan bahan bakar yang memiliki bilangan oktan 90 ke atas itu pasti akan membuat mesin lebih baik. Untuk pengaruh terhadap mesin yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi itu
memang di harapkan. Karena ini lebih bagus untuk pembakaran, otomatis tenaga yang dimiliki juga akan menjadi lebih besar.

Selain itu, kalau menggunakan bahan bakar non subsidi, secara cost atau pengeluaran uang itu akan sama saja atau bahkan lebih irit jika dibandingkan menggunakan bahan bakar subsidi.

Bahkan kalau dilihat secara konsumsi bahan bakar malah akan lebih irit, memang kalau dilihat secara literan harga bahan bakar lebih boros. Kalau menggunakan oktan yang rendah, apabila ingin mencapai kecepatan 100 km/jam, maka secara otomatis akan lebih banyak menghabiskan bahan bakar karena memiliki tenaga yang kecil.

Begitu juga sebaliknya, apabila menggunakan oktan di atas 90 maka secara otomatis untuk mencapai kecepatan 100 km/jam mobil tidak perlu menghabiskan banyak bahan bakar. Karena tenaga yang dikeluarkan oleh mobil sudah besar.

Penggunaan bahan bakar Premium memang tidak akan merusak kinerja mesin, apabila kendaraan itu memang cukup dengan Premium. Tapi jika mobilnya sudah meminta Pertamax cs, maka ketika diisi memakai Premium, mesin akan rewel.

Apabila kendaraan yang seharusnya menggunakan bahan bakar yang beroktan tinggi, tetapi masih tetap memaksakan untuk
menggunakan bahan bakar beroktan rendah. Ini akan memiliki efek di masa depannya.

Tapi untuk kendaraan yang memang cukup menggunakan oktan rendah namun memilih menggunakan oktan tinggi akan menambah kinerja mesin dan akan lebih mudah dalam perawatan.