Prakiraan Cuaca

*



MP3 Search

Teknik Pernafasan Atasi Penyakit

1. Nyeri
Teknik pernapasan dalam melalui perut dapat
mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga
mampu meredakan nyeri dan ketegangan. Cukup
dilakukan 2 kali sehari, masing-masing selama
2-3 menit.
Caranya dengan berbaring telentang, satu
tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik
napas dalam-dalam menggunakan perut, hitung
sampai 5 sambil membayangkan balon yang
makin menggembung, lalu lepaskan perlahan
dalam hitungan yang sama.
Tangan diletakkan di dada dan perut untuk
memastikan napas dilakukan melalui perut,
bukan dada.
2. Gelisah
Teknik pernapasan ritmis bisa meredakan
kegelisahan yang ditandai dengan frekuensi
napas yang cepat atau disebut juga napas
memburu. Intinya adalah memperlambat ritme
pernapasan dan sedapat mungkin memberi jeda
di antara setiap tarikan napas dan saat
melepaskannya.
Teknik ini bisa dilakukan dengan berbaring di
tempat tidur, dengan satu tangan berada di dada
dan satunya lagi di perut tepat di bawah tulang
iga, lalu bernapaslah melalui hidung sebanyak
12-20 kali tiap menit. Pastikan tangan yang di
perut lebih sering bergerak, sebagai tanda
bahwa pernapasan terjadi di perut bukan dada.
3. Asma
Tidak diragukan lagi, teknik pernapasan adalah
salah satu cara ampuh mengendalikan asma.
Beberapa teknik latihan yoga untuk penderita
asma juga memperikan teknik pernapasan
dengan porsi paling dominan.
Ketika melepaskan napas, lakukan melalui mulut
dengan memberi tekanan di bagian belakang
tenggorokan seperti saat menghembuskan uap
untuk membersihkan kacamata. Kemudian tarik
napas melalui hidung, lakukan sedalam-
dalamnya hingga mengeluarkan bunyi yang kuat.
4. Lemah lesu
Kurangnya pasokan oksigen ke otot dan otak
adalah penyebab gejala lemah lesu saat lelah
dan mengantuk. Selain butuh napas yang dalam
untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya,
diafragma juga harus dirangsang agar lebih
aktif memompa napas.